Minggu, 23 September 2018

Autobiografi


AUTOBIOGRAFI
         Namaku Wahyu Danang Wicaksono, lahir di Rembang, 07 juni 1997.  Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, buah dari pasangan Ibu Sri Wahyuningsih dan Bapak joko Sukasno. Danang merupakan panggilan akrab buat diriku. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri sipil menjadi guru SMP. Sedangkan Ibukku adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil Ayahku selalu menasehatiku agar rajin beribadah, bersikap jujur, baik kepada sesama dan rajin belajar.
         Aku merupakan pribadi yang suka bergaul dengan sesama, selain itu aku memilikin hobi yang berkaitan dengan hewan dan juga berolahraga, terutama bulutangkis yang merupakan hobi kesukaanku. Ketika umurku menginjak usia 6 tahun, aku mulai bersekolah di desaku yaitu di SDN 1 Trembes. Kemudian setelah lulus aku melanjutkan pendidikan di SMP N 1 Pamotan di tahun 2009. Setelah lulus aku melanjutkan pendidikan di SMA N 1 Pamotan yang berjarak 11 KM dari rumah, banyak kejadian yang tak terlupakan selama menjadi siswa seperti, menjadi pemimpin upacara bendera saat hari senin dan menjadi kapten bermain futsal saat agenda kelas mitting. Namun semua itu harus tinggalkan disaat aku dinyatakan lulus Ujian Nasional dan harus meninggalkan seragam putih biru yang selama tiga tahun aku gunakan.

         Pada tahun 2015 aku resmi masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang yaitu di Universitas PGRI Semarang. Aku mengambil penjurusan di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, karena itu merupakan impian dan cita-cita saya menjadi seorang guru atau pendidik. Selama kuliah aku mengambil salah satu ekstra karya tulis atau disana disebut UKM KIPM dan menjadi salah satu anggota pengurusnya selama dua periode. Saat ini aku sedang memasuki jenjang semester tua dan sedang fokus mencicil membuat skripsi dan semoga aku bisa wisuda tepat waktu.... Aminnnn.

Minggu, 25 Desember 2016

menanggapi opini koran



Politik Anggaran Negara Dalam Dilema
          Artikel Koran Jawa Pos yang berjudul “ Politik Anggaran Negara Dalam Dilema “ { Jawa pos . senin 04 juli 2016 } Cukup menarik perhatian. Karena Anggaran Negara merupakan suatu dokumen yang memuat perkiraan penerimaan dan pengeluaran serta rincian kegiatan-kegiatan di bidang pemerintahan Negara yang berasal dari pemerintah untuk dalam jangka waktu satu tahun. Penentuan suatu keberhasilan, maju atau tidaknya suatu Negara dapat ditentukan dengan melihat pembangunan Negara tersebut. Jika Negara itu maju maka pembangunan yang ada maju pesat, dan jika Negara dikatakan tidak maju itu karena tidak adanya pembangunan dalam suatu Negara.
              Maju atau tidaknya pembangunan tersebut karena adanya suatu anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun anggaran tersebut disalahgunakan oleh oknum pemerintahan yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi. Jadi pembangunan tidak dapat berkembang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Tidak mengherankan bila penganggaran Negara sering disebut sebagai ajang kontestasi politik nasional. Pada akhirnya strategi politik anggaran Negara yang berfokus ke pembangunan infrastruktur, walaupun sah diusung secara normative, memiliki persoalan dalam implementasi teknis dan berbenturan dengan kondisi obyektif perekonomian.
               Strategi yang berdimensi jangka panjang itu tidak bisa dinikmati dalam sekejap. Padahal, yang dibutuhkan saat ini adalah pertumbuhan yang setidaknya menembus angka psikologis yang menjamin naiknya tingkat kesejahteraan dan meningkatnya daya beli. Dengan tetap menjaga kedisiplinan dan kehati-hatian anggaran. Saatnya melakukan perubahan dalam politik anggaran.

tanggapan ulasan



Tanggapan Ulasan Pentas Jaka Tarub dan Pentas Monolog Balada Sumarah
          Oleh : Wahyu Danang Wicaksono

             Esai yang di buat saudara Muchammad Irfan Fauzani mengenai ulasan pertunjukan teater yang diadakan di Universitas PGRI Semarang sangat bagus. Di awal tulisannya dia menceritakan mengenai suasana pertunjukan teater yang pertama yang berjudul Jaka Tarub. Di awal mula cerita saudara irfan menceritakan mengenai permainan cahaya panggung yang lumayan menyeramkan, sehingga semua penonton merasa tercekam. Dilanjutkan dengan cerita Jaka Tarub yang diawali dengan adegan Jaka Tarub yang setiap malam bulan purnama dia tidur dengan dipan di depan rumahnya. Tokoh yang memerankan bapak daripada putrinya Nawangsih ini pada keesokan hari tiba-tiba berteriak “ Nawang-Nawang”. Jaka Tarub bermimpi bahwa putrid semata wayangnya akan pergi meninggalkannya. Lalu putrinya Nawangsih keluar dan datang menemui bapaknya untuk membangunkannya. Jaka tarub pun terbangun, dia sangat lega karena itu semua hanya mimpi. Lalu agar bapaknya tidak mengingat mimpi itu, Nawangsih mengajak Jaka Tarub pergi ke sebuah telaga.
               Di telaga Jaka Tarub dan putrinya sangat senang bisa melihat pemandangan yang indah, mendengarkan gemericik air dan suara burung-burung yang berkicauan. Dibalik kesenangan Jaka Tarub, masih terlintas pikiran mengenai mimpinya tadi pagi. Jaka Tarub takut kalo nanti mimpi itu jadi kenyataan. Akhirnya Jaka Tarub mengajak putrinya untuk pulang ke rumah. Sampai di rumah putrinya langsung masuk, lalu Jaka Tarub teringat kembali mimpi itu. Dirinya tidak akan menceritakan mimpi itu kepada Nawangsih. Dia lebih baik menyimpan mimpi itu, dia takut kalo mimpi itu menjadi kenyataan.
                 Di saat pertengahan adegan, tiba-tiba cahaya di panggung mati. Jaka Tarub yang tadinya tua, kini menjadi remaja. Ternyata alur yang dipentaskan ini adalah alur maju dan alur mundur. Jaka Tarub remaja tidur didipan rumahnya, ternyata itu sudah menjadi kebiasaan Jaka Tarub. Ia bermimpi bahwa dia akan bertemu dengan bidadari cantik dari khayangan dan akan menikah dengan bidadari tersebut. Jaka Tarub terbangun sambil tarik nafas panjang, ia sangat bingung dengan mimpi itu. Kegiatan Jaka Tarub saat remaja adalah berburu dan bermain dengan temannya. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya dia berburu ikan di sungai, danau, dan telaga. Pada suatu saat Jaka Tarub berburu di hutan, di hutan itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja dia melihat tujuh bidadari yang sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat Jaka Tarub mengambil selendang warna oranye yang disampirkan oleh salah satu milik bidadari tersebut. Ketika tujuh bidadari tersebut selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke khayangan. Salah seorang bidadari bernama Nawangwulan tidak mampu ikut kembali ke kahyangan karena tidak menemukan selendangnya. Ia pun akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja.
                   Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Dewi Nawangwulan pun bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub dan singkat cerita, Dewi Nawangwulan menyetujui lamaran Jaka Tarub dan akhirnya menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka penanak nasi tersebut. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa.
        Akibat hal ini, persediaan persediaan gabah di lumbung jadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendang miliknya yang ternyata disembunyikan sendiri oleh suaminya. Nawangwulan yang marah mengetahui kalau suaminya yang selama ini telah menyembunyikan selendangnya meninggalkan jaka tarub dan kembali ke khayangan. Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela datang ke telaga awal mula nawangwulan turun ke bumi. Pada untuk menyusui bayi Nawangsih. Nawangwulan memerintah Jaka Tarub untuk membangun sebuah dangau. Setiap malam bulan purnama, Nawangsih harus diletakkan disana agar Nawangwulan dapat menyusuinya tanpa harus bertemu dengan Jaka Tarub. Jaka Tarub hanya bisa pasrah dengan keadaan. Hanya bisa melihat dari jauh saat Nawangwulan turun dari kahyangan untuk menyusui Nawangsih. Ketika Nawangsih tertidur.
Dari pementasan pertama saudara Irfan menuliskan ceritanya sesuai dengan ceritanya, hanya saja dirinya tidak menambahkan dialog tokoh di dalam esainya. Mengenai pementasan teater yang kedua yang merupakan jenis teater monolog, saudara Irfan sudah bagus dalam menjelaskan ceritanya yang berjudul “ Monolog Balada Sumarah”. Dia dapat menjelaskan maksud dari setiap ucapan tokohnya yang hanya diperankan oleh satu tokoh. Dalam pementasan yang kedua saudara Irfan menceritakan seorang TKW yang bekerja di luar negeri.  TKW tersebut bernama Sumarah. Kata tetangganya Sumarah itu mempunyai keluarga PKI dulunya. Terutama ayahnya. Hingga akhirnya sumarah dikucilkan oleh masyarakat setempat, ia pun setelah lulus sekolah ia tidak bisa mendaftar pekerjaan di Indonesia. Ia ingin meminta surat permohonan pembersihan diri di kecamatan pun tidak bisa. Sumarah merasa tidak menemukan keadilan di negeri sendiri. Akhirnya Sumarah memutuskan pergi ke luar Negeri.
Ketika di luar Negeri, Sumarah bekerja menjadi Pembantu. Walaupun ia sudah diterima bekerja diLuar Negeri, tetapi ia masih belum menemukan keadilan yang semestinya orang dapat. Sumarah di siksa oleh majikannya, hingga diperkosa. Sumarah akhirnya amarah, sumarah membunuh majikannya. Dan pilu menanggung beban hidup yang dideritanya. Akhir kisah Sumarah gantung diri.

opini




Saya sependapat dengan  berita yang diterbitkan oleh surat kabar TRIBUNJATENG pada Kamis (22/12/2016). Menurut saya pemerintah khususnya Dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM terus melakukan razia makanan kadaluarsa yang dijual bebas di warung klontong dan minimarket. Setidaknya dinas terkait terus melakukan razia tidak hanya melakukan jika mendekati hari-hari tertentu seperti menjelang tahun baru dan hari besar lainnya. Karena sekarang ini banyak sekali beredar makanan yang sudah tidak layak untuk dikomsumsi masih banyak diperjual belikan oleh pedagang nakal yang tidak mau rugi meskipun itu membahayakan bagi kesehatan para konsumennya.
Sekarang ini banyak masyarakat yang kurang tahu mengenai jajanan atau makanan yang baik untuk dikonsumsi, mereka hanya mementingkan kalau jajanan itu enak dan murah padahal sekarang ini banyak sekali bahan pengawet atau pewarna berbahaya yang terkandung didalam makanan. Sehingga dinas terkait harus melakukan beberapa tindakan agar masyarakat mengerti dan membedakan mana makanan yang baik dan tidak bagi kesehatannya seperti melakukan sosialisasi serta terus melakukan razia disetiap warung yang menjual jajanan dan makanan. Jika terdapat makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi makanan itu harus disita serta penjual makanan tersebut harus diamankan dan dimintai keterangan agar dirinya jera dan tidak menjual kembali makanannya. Karena makanan berperan penting menjaga kesehatan manusia. Makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya, apalagi beracun, akan menggerogoti tubuh, bahkan bisa berujung pada kematian. Petingnya makanan dan bahan makanan higeinis bagi masyarakat membuat kita tak henti mengingatkan pemerintah untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat.
Oleh karena itu, kita mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, mulai dari bahan makanan, makanan olahan dan makanan jadi, termasuk makanan impor. Hal ini penting dalam upaya menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Razia juga sering dilakukan di toko serba-ada daripada di pasar tradisional. Salain itu, para penjaja dan produsen makanan berbahaya juga jarang mendapat sanksi yang setimpal dengan perbuatannya. Kenyataan tersebut membuktikan bahwa pemerintah dan jajarannya di daerah belum sepenuhnya melindungi masyarakat dari makanan yang mengandug bahan berbahaya. Fakta menunjukkan masih banyak bahan pangan dan makanan yang tak aman buat perut masyarakat. Sekarang ini banyak makanan yang mengandung formalin dan boraks. Makanan tersebut , antara lain ditemukan di pasar tradisonal, jajanan di sekitar sekolah, bahkan di pesta pernikahan di kampung-kampung.
Kita percaya BPOM dan jajarannya di daerah beserta instansi terkait terus berupaya melindungi rakyat dari bahan makanan berbahaya. Hanya saja upaya tersebut belum maksimal dilakukan karena berbagai keterbatasan, diantaranya keterbatasan tenaga pengawas di lapangan. Jumlah obyek terkait bahan pangan dan makanan yang harus diawasi pasti jauh lebih banyak dibanding dengan tenaga yang tersedia. Akibatnya, razia makanan tidak bisa dilakukan berkala dalam jangka waktu yang lebih pendek, misalnya sebulan atau dua bulan sekali.
Selain itu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mewaspadai bahan makanan yang berbahaya hendaknya perlu digalakkan, sekaligus mengedukasi pengusaha kecil dan menengah untuk memproduksi bahan pangan dan makanan yang higeinis.
Di samping itu, penegakan hukum juga harus memaksimalkan hukuman bagi siapa saja yang terbukti mencampur bahan berbahaya pada makanan, seperti diatur dalam UU pangan, UU kesehatan, UU perlindungan konsumen, hingga KUHP dengan hukuman maksimal. Langkah ini dilakukan untuk memberi efek jera, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah mengamankan keamanan makanan masyarakat. Dan diharapkan masyarakat juga turut membantu jajaran terkait dalam membasmi makanan yang tidak layak konsumsi dengan cara memberitahu atau melaporkan jika melihat dan menemukan makanan yang tidak layak untuk di konsumsi. Sehingga masyarakat memiliki peran aktif dalam membantu petugas. Selain itu masyarakat diharapkan mampu menjadi konsumen cerdas yang teliti dan kritis dalam memilih produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat dan berkualitas. Caranya dengan selalu memperhatikan kemasan, izin edar, dan tanggal kadaluarsa produk sebelum membeli dan mengkonsumsinya. Selain itu kita harus mengecam keras terhadap pengusaha dan pedagang nakal yang memproduksi dan menjual makanan berbahaya itu. Mereka memanfaatkan daya beli masyarakat yang saat ini menurun, dengan memanfaatkan pengawet berbahaya berharga murah untuk menghindari kerugian akibat makanan basi tidak terjual.
Pemerintah juga bertanggungjawab untuk menyelamatkan masyarakat dari makanan berbahaya. Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal makanan sehat dan aman, pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan dan BPOM harus pula membina dan mengadvokasi pedagang kecil. BPOM harus dapat bekerja optimal dalam menjalankan tugasnya, serta sanksi harus diberikan kepada pengusaha dan pedagang nakal yang memproduksi dan menjual makanan dan minuman berbahaya serta kadaluarsa.

membalas surat



Assalamualikum .wr.wb
              
                 Selamat pagi entah itu selamat siang atau juga selamat malam Bapak membaca dari saya ini, dari mahasiswamu yang ganteng ini pak…..hehehe. Gimana kabarnya bapak hari ini, semoga bapak sekeluarga diberikan kesehatan dan dalm keadaan yang baik-baik saja serta cepat di beri momongan ya pak. Semoga setiap harinya bapak selalu diberikan kelancaran dalam melakukan segala hal yang menemani rutinitas kegiatan bapak  terutama sebagai seorang dosen yang paling terkece di UPGRIS.hehe….. ohhhhh iya pak, bagaimana kegiatannya kemarin saat menghadiri acara musyawarah sastrawan di Badan Bahasa Jakarta, pastinya seru dong pak. semoga saja menyenangkan ya pak. Dan jangan lupa ilmu yang bapak dapatkan saat musyawarah di shere ke temen-temen agar merada dapat wawasan yang lebih, serta jangan lupa dengan oleh-olehnya ya pak. Sebenarnya saya sedikit kecewa sih, karena minggu kemarin bapak tidak bisa mengajar kelas kami, dan sebagai gantinya bapak memberikan tugas membalas surat yang bapak berikan yang lumayan membuat kepala kami pusing, karena kami bingung harus membalasnya dengan kata-kata apa. Tapi gak papa sih pak, mungkin dengan bapak memberikan tugas ini kami jadi lebih pandai dalam mengarang dan menulis sebuah tulisan dan menambah kegiatan kami hari ini dengan membalas surat bapak.
                 Sebenarnya saya sedikit bingung dengan isi surat bapak, mengenai perjalanan bapak ke Jakarta menggunakan pesawat tapi kog di stasiun. Apa mungkin sekarang pesawat mendarat di stasiun?, tapi mungkin juga sih pak besok kereta api berhenti di terminal, mungkin hanya bapak saja yang negetahui maksudnya…..wkwkwk. dan kalimat itu membuat kami harus berpikir keras mengenai maksud dan tujuan kalimat itu. Tapi dari pada saya bingung dan harus minum obat sakit kepala, saya berkeputusan untuk tidak memikirkannya. Mengenai pertanyaan bapak yang bapak utarakan di dalam surat itu, mengenai problem kita malas membaca. Mungkin itu semua di sebabkan karena minat baca kami kurang, tapi kalo membaca pesan dari BBM rata-rata dari kami malah tingkat untuk membacanya tinggi, terbalik kalo kita di suruh membaca buku rata-rata kami malas membacanya. Hal ini hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri, karena setiap individu memiliki kesadaran yang berbeda-beda.



 

           Bapak Naka yang sekarang lagi ngapain aja, saja gak tahu dan hanya bapak yang tahu, saya hanya ingin meminta maaf apabila selama perkuliahan ini saya memiliki salah entah itu yang di sengaja oleh saya atau tidak. Karena setiap manusia pasti memiliki kesalahan, serta saya akan berusaha mengali potensi yang ada didalam diri saya dan apa yang bisa membuat saya bercahaya di dunia luar sana. Dan saya memiliki keinginan untuk bisa seperti pak Naka, yang bisa membuat tulisan yang bermanfaat bagi semua orang dan menjadi seorang sastrawan. Semoga setelah lulus sebagai seorang sarjanana, saya dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi ke jenjang magister….Aminnnnnnnn.
           Pak Naka yang dicintai mahasiswanya, mungkin hanya ini yang bisa saya balas dari surat bapak, dan saya mengucapkan terima kasih karena bapak mengirimkan surat kepada saya. Jarang banget lho ada dosen yang menggirimkan surat buat mahsiswanya,….hehehehe. saya tunggu ya pak surat yang lainnya.


SALAM HANGAT DARI MAHASISWAMU.
                            DANANG