membalas surat
Assalamualikum .wr.wb
Selamat
pagi entah itu selamat siang atau juga selamat malam Bapak membaca dari saya
ini, dari mahasiswamu yang ganteng ini pak…..hehehe. Gimana kabarnya bapak hari
ini, semoga bapak sekeluarga diberikan kesehatan dan dalm keadaan yang
baik-baik saja serta cepat di beri momongan ya pak. Semoga setiap harinya bapak
selalu diberikan kelancaran dalam melakukan segala hal yang menemani rutinitas
kegiatan bapak terutama sebagai seorang
dosen yang paling terkece di UPGRIS.hehe….. ohhhhh iya pak, bagaimana
kegiatannya kemarin saat menghadiri acara musyawarah sastrawan di Badan Bahasa
Jakarta, pastinya seru dong pak. semoga saja menyenangkan ya pak. Dan jangan
lupa ilmu yang bapak dapatkan saat musyawarah di shere ke temen-temen agar
merada dapat wawasan yang lebih, serta jangan lupa dengan oleh-olehnya ya pak. Sebenarnya
saya sedikit kecewa sih, karena minggu kemarin bapak tidak bisa mengajar kelas
kami, dan sebagai gantinya bapak memberikan tugas membalas surat yang bapak
berikan yang lumayan membuat kepala kami pusing, karena kami bingung harus
membalasnya dengan kata-kata apa. Tapi gak papa sih pak, mungkin dengan bapak
memberikan tugas ini kami jadi lebih pandai dalam mengarang dan menulis sebuah
tulisan dan menambah kegiatan kami hari ini dengan membalas surat bapak.
Sebenarnya saya sedikit bingung dengan isi surat bapak, mengenai
perjalanan bapak ke Jakarta menggunakan pesawat tapi kog di stasiun. Apa
mungkin sekarang pesawat mendarat di stasiun?, tapi mungkin juga sih pak besok
kereta api berhenti di terminal, mungkin hanya bapak saja yang negetahui
maksudnya…..wkwkwk. dan kalimat itu membuat kami harus berpikir keras mengenai
maksud dan tujuan kalimat itu. Tapi dari pada saya bingung dan harus minum obat
sakit kepala, saya berkeputusan untuk tidak memikirkannya. Mengenai pertanyaan
bapak yang bapak utarakan di dalam surat itu, mengenai problem kita malas
membaca. Mungkin itu semua di sebabkan karena minat baca kami kurang, tapi kalo
membaca pesan dari BBM rata-rata dari kami malah tingkat untuk membacanya
tinggi, terbalik kalo kita di suruh membaca buku rata-rata kami malas
membacanya. Hal ini hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri, karena setiap
individu memiliki kesadaran yang berbeda-beda.
Bapak Naka yang sekarang lagi ngapain aja, saja gak tahu dan hanya bapak
yang tahu, saya hanya ingin meminta maaf apabila selama perkuliahan ini saya
memiliki salah entah itu yang di sengaja oleh saya atau tidak. Karena setiap
manusia pasti memiliki kesalahan, serta saya akan berusaha mengali potensi yang
ada didalam diri saya dan apa yang bisa membuat saya bercahaya di dunia luar
sana. Dan saya memiliki keinginan untuk bisa seperti pak Naka, yang bisa
membuat tulisan yang bermanfaat bagi semua orang dan menjadi seorang sastrawan.
Semoga setelah lulus sebagai seorang sarjanana, saya dapat meneruskan ke
jenjang yang lebih tinggi ke jenjang magister….Aminnnnnnnn.
Pak
Naka yang dicintai mahasiswanya, mungkin hanya ini yang bisa saya balas dari
surat bapak, dan saya mengucapkan terima kasih karena bapak mengirimkan surat
kepada saya. Jarang banget lho ada dosen yang menggirimkan surat buat
mahsiswanya,….hehehehe. saya tunggu ya pak surat yang lainnya.
SALAM HANGAT DARI MAHASISWAMU.
DANANG

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda